KETIKA KEBENARAN HARUS DIPERJUANGKAN

KETIKA KEBENARAN HARUS DIPERJUANGKAN
Opini Advokat Indah Kuntari, S.H.

Kebenaran tidak selalu datang bersama tepuk tangan. Tidak jarang, kebenaran justru hadir melalui jalan yang panjang, sunyi, penuh tekanan, bahkan terkadang membuat seseorang harus berdiri sendirian ketika yang lain memilih diam.

Namun bagi saya, memperjuangkan kebenaran bukanlah tentang siapa yang paling kuat. Bukan pula tentang siapa yang memiliki kekuasaan, jabatan, pengaruh, ataupun banyak pendukung. Kebenaran harus berdiri di atas bukti, hukum, keadilan, dan keberanian untuk menyuarakannya.

Sebagai seorang advokat, saya memahami bahwa tugas membela bukan sekadar memenangkan perkara. Jauh lebih penting dari itu adalah memastikan bahwa setiap orang memperoleh haknya untuk didengar, memperoleh perlindungan hukum, dan mendapatkan kesempatan yang adil di hadapan hukum.

Saya percaya, hukum tidak boleh menjadi alat untuk menekan mereka yang lemah. Hukum juga tidak boleh kehilangan keberpihakannya kepada keadilan hanya karena berhadapan dengan kepentingan yang lebih besar.

Dalam perjalanan memperjuangkan kebenaran, tentu akan ada tantangan. Akan ada tuduhan, keraguan, bahkan mungkin upaya untuk membuat seseorang berhenti melangkah. Tetapi perjuangan yang lahir dari keyakinan terhadap kebenaran tidak boleh berhenti hanya karena menghadapi tekanan.

Sebab pada akhirnya, waktu akan menguji siapa yang benar-benar berdiri di atas kebenaran dan siapa yang hanya berdiri di atas kepentingan.

Saya tidak ingin perjuangan hukum hanya menjadi pertarungan antara menang dan kalah. Saya ingin hukum menjadi jalan untuk menemukan keadilan. Karena ketika seseorang datang meminta bantuan hukum, yang ia bawa bukan hanya berkas perkara, tetapi juga harapan, martabat, dan kepercayaan bahwa masih ada orang yang bersedia memperjuangkan haknya.

Karena itu, saya memilih untuk tetap berjalan.

Bukan karena saya tidak takut.

Tetapi karena saya percaya bahwa rasa takut tidak boleh menjadi alasan untuk membiarkan ketidakadilan terus berlangsung.

Jika kebenaran harus diperjuangkan, maka perjuangkanlah dengan cara yang bermartabat. Dengan bukti, dengan argumentasi hukum, dengan kesabaran, dan dengan keberanian.

Tidak perlu membalas keburukan dengan keburukan. Tidak perlu melawan ketidakadilan dengan cara yang melanggar hukum. Sebab perjuangan membela kebenaran akan kehilangan maknanya apabila dilakukan dengan cara-cara yang tidak benar.

Saya percaya, kebenaran mungkin dapat ditunda, tetapi tidak akan pernah benar-benar dapat dikalahkan oleh kebohongan.

Dan apabila suatu hari nanti semua suara telah berhenti, semua perdebatan telah selesai, dan semua kepentingan telah berlalu, yang akan tetap tinggal hanyalah satu pertanyaan:

Di pihak manakah kita berdiri ketika kebenaran membutuhkan keberanian?

Saya memilih berdiri di pihak kebenaran.

Bukan karena perjuangan itu mudah, tetapi karena keadilan memang layak diperjuangkan.

Advokat Indah Kuntari, S.H.

Posting Komentar

0 Komentar