Diduga Belum Rampung 100 Persen, Peresmian Sekolah Rakyat Ogan Ilir Jadi Sorotan

Diduga Belum Rampung 100 Persen, Peresmian Sekolah Rakyat Ogan Ilir Jadi Sorotan

Indralaya – Peresmian Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Ogan Ilir menjadi sorotan setelah masih terlihat sejumlah material bangunan dan perlengkapan pekerjaan konstruksi di area sekolah saat kegiatan peresmian berlangsung, Senin (27/7/2026).

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana kesiapan sarana dan prasarana Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Ogan Ilir untuk digunakan dalam kegiatan pendidikan dan aktivitas peserta didik.

Pada prinsipnya, kesiapan operasional sebuah satuan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan persentase penyelesaian pembangunan fisik, tetapi juga mencakup kesiapan fasilitas utama dan aspek keselamatan pengguna. Fasilitas tersebut antara lain ruang belajar, asrama siswa dan tenaga pendidik, ruang makan, sanitasi, instalasi listrik, serta ketersediaan air bersih.

Meski demikian, apabila masih terdapat pekerjaan konstruksi yang berlangsung, kondisi tersebut tetap menjadi perhatian, khususnya terkait keamanan, kenyamanan, dan kelayakan fasilitas pendukung yang akan digunakan oleh para peserta didik.

Dalam pelaksanaan pembangunan Sekolah Rakyat di sejumlah daerah, progres fisik diketahui memiliki capaian yang beragam. Pada beberapa lokasi, progres pembangunan dilaporkan telah berada pada kisaran 81 hingga 82 persen ketika dilakukan percepatan pekerjaan untuk memenuhi kesiapan operasional. Sementara itu, terdapat pula lokasi lain yang progres pembangunannya dilaporkan masih berada di bawah 60 persen atau sekitar 58 hingga 59 persen.

Perbedaan progres tersebut menunjukkan bahwa kesiapan operasional Sekolah Rakyat perlu dilihat secara menyeluruh, bukan hanya dari persentase pembangunan fisik, tetapi juga dari terpenuhinya aspek keselamatan, kelayakan, dan fungsi fasilitas yang akan digunakan.

Kondisi di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Ogan Ilir saat peresmian berlangsung turut menjadi perhatian. Sejumlah material pembangunan masih terlihat berada di area sekolah dan belum seluruhnya tertata. Hal tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai status penyelesaian pekerjaan serta kesiapan seluruh fasilitas yang akan digunakan untuk kegiatan belajar mengajar dan kehidupan peserta didik di lingkungan asrama.

Sejumlah pihak menilai, kesiapan operasional lembaga pendidikan yang memiliki fasilitas asrama semestinya mencakup jaminan keamanan dan kenyamanan bagi seluruh penggunanya. Karena itu, pemeriksaan terhadap kondisi bangunan, instalasi listrik, sanitasi, air bersih, serta fasilitas pendukung lainnya menjadi bagian penting sebelum fasilitas digunakan secara penuh.

Kegiatan peresmian Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Ogan Ilir dihadiri unsur Dinas Sosial Provinsi Sumatera Selatan, Wakil Bupati Ogan Ilir, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Camat Rantau Alai, serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Kehadiran berbagai instansi tersebut menunjukkan bahwa penyelenggaraan Sekolah Rakyat merupakan program yang membutuhkan koordinasi lintas sektor. Karena itu, kesiapan sarana dan prasarana menjadi salah satu aspek yang perlu dipastikan agar kegiatan pendidikan dapat berlangsung secara aman dan optimal.

Masyarakat berharap pemerintah dan pihak terkait dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai progres pembangunan fisik Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Ogan Ilir, termasuk status penyelesaian pekerjaan, kelayakan bangunan, serta kesiapan fasilitas utama yang akan digunakan para siswa.

Transparansi informasi dinilai penting untuk memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa fasilitas pendidikan yang disediakan telah memenuhi ketentuan keamanan, kenyamanan, dan kelayakan operasional.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai persentase progres pembangunan fisik maupun status penyelesaian seluruh fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Ogan Ilir.

(rls/Tim Redaksi Pewarta)

Posting Komentar

0 Komentar