Viral! Misteri Seleksi Jalur Domisili SMPN 1 Indralaya, Jarak Dekat Tersingkir, Jarak Lebih Jauh Lolos; Dinas Pendidikan Ogan Ilir Diminta Bertindak
Indralaya, 17 Juni 2026 – Dugaan kejanggalan dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jalur domisili di SMP Negeri 1 Indralaya menjadi sorotan publik setelah ramai diperbincangkan di media sosial dan sejumlah media massa. Sejumlah orang tua murid mempertanyakan transparansi serta keadilan dalam proses seleksi penerimaan siswa baru.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Seksi (Kasi) SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Ilir, Perdian, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari masyarakat.
> "Iya Pak, kami sudah menerima laporan dari dua orang tua murid, satu dari jalur domisili dan satu dari jalur prestasi. Saat ini kami akan melakukan kroscek ke sekolah untuk mengetahui kendala yang menyebabkan kedua siswa tersebut tidak lolos. Kami juga akan memeriksa data lokasi kediaman siswa melalui aplikasi Google Maps," ujar Perdian.
Permasalahan mencuat karena terdapat dugaan ketidaksesuaian dalam penerapan jalur domisili. Berdasarkan informasi yang dihimpun, ada siswa yang berdomisili sekitar 1,4 kilometer dari sekolah tidak diterima, sementara siswa lain yang berjarak 1,6 hingga 1,9 kilometer justru dinyatakan lolos seleksi.
Saat dikonfirmasi mengenai hal tersebut, Perdian menyatakan pihaknya akan melakukan verifikasi lebih lanjut, termasuk meneliti kemungkinan adanya faktor kuota penerimaan.
> "Ya Pak, nanti kami cek dulu. Saya akan melakukan kroscek ke sekolah terkait informasi tersebut," katanya.
Salah satu orang tua murid yang melaporkan persoalan tersebut ke Dinas Pendidikan Ogan Ilir mengaku telah bertemu langsung dengan pihak dinas dan diminta menunggu hasil pemeriksaan.
> "Tadi kami sudah menemui Pak Perdian. Beliau mengatakan akan melakukan kroscek ke SMP tersebut dan meminta kami menunggu perkembangan hasilnya besok," ujar orang tua murid kepada Ketua Tim Media PPWI Ogan Ilir, Fidiel Castro, di Kantor Dinas Pendidikan Ogan Ilir, Rabu (17/6/2026).
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Indralaya, Herlina, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp menyampaikan bahwa dirinya sedang mengikuti kegiatan sosialisasi program sekolah dan menerima kunjungan tim inspektorat.
> "Maaf, tadi ada pengarahan sosialisasi program sekolah, kemudian ada tim inspektorat. Ini baru selesai," tulis Herlina.
Ketika dimintai penjelasan terkait alasan perbedaan hasil seleksi berdasarkan jarak domisili tersebut, Herlina belum memberikan penjelasan rinci.
> "Dak biso banyak yang nak dijelaskan, biar paham. Ini lagi nak BPMP," tulisnya.
Ketua Tim Media PPWI Ogan Ilir, Fidiel Castro, kembali meminta penjelasan lebih spesifik mengenai dasar penentuan kelulusan jalur domisili.
> "Sebenarnya tidak perlu banyak yang dijelaskan, Bu. Cukup apa alasan murid yang berdomisili dengan jarak 1,4 kilometer tidak lulus, sedangkan yang jaraknya 1,6 hingga 1,9 kilometer bisa lolos. Itu saja yang ingin kami ketahui," ujarnya.
Namun, hingga berita ini diterbitkan, pihak SMP Negeri 1 Indralaya belum memberikan keterangan lebih lanjut terkait pertanyaan tersebut.
Kasus ini masih menunggu hasil verifikasi Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Ilir untuk memastikan apakah proses seleksi jalur domisili telah berjalan sesuai ketentuan yang berlaku atau terdapat faktor lain yang memengaruhi hasil seleksi.
Laporan: Fidiel Castro (FC)
Catatan Redaksi: Informasi mengenai jarak domisili masih menunggu hasil verifikasi resmi dari Dinas Pendidikan dan pihak sekolah. Asas praduga tak bersalah serta hak jawab tetap dikedepankan dalam pemberitaan ini.

0 Komentar
Indo Update Terkini menghargai partisipasi pembaca.
Redaksi berhak menyunting atau menghapus komentar yang melanggar hukum, etika jurnalistik, dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.