Bangga! Maitsa Defa Tsaniya Raih Wakil 1 Gadis Ogan Ilir 2026, Orang Tua Haru dan Bersyukur
OGAN ILIR — Momen membanggakan dirasakan keluarga besar Fauzan Mukmin Muis. Putri mereka, Maitsa Defa Tsaniya, sukses meraih Juara 2 sekaligus dinobatkan sebagai Wakil 1 Gadis Ogan Ilir 2026 dalam ajang Pemilihan Bujang Gadis Ogan Ilir Tahun 2026 yang digelar semalam.
Maitsa Defa Tsaniya, yang akrab disapa Icha, merupakan anak kedua dari empat bersaudara. Ia dikenal sebagai pribadi yang santun, tekun, serta aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan. Keberhasilannya menembus posisi Wakil 1 Gadis Ogan Ilir 2026 menjadi kebanggaan besar bagi keluarga.
Diketahui, ayahnya, Fauzan Mukmin Muis, merupakan salah satu Ketua DPC Partai Bulan Bintang Kabupaten Ogan Ilir. Dukungan keluarga yang kuat menjadi salah satu faktor penting yang mendorong Icha untuk terus berkembang dan memberikan yang terbaik.
Tak hanya berprestasi di ajang pemilihan, Icha juga memiliki rekam jejak pendidikan yang baik. Ia mengawali pendidikan di TK Az Zahra Bukit Sejahtera Palembang, kemudian melanjutkan ke SD Swasta Bumitama Kabupaten Sampit, Kalimantan Tengah, dan MTs Negeri 1 Palangkaraya. Pendidikan menengah atas ditempuh di MA IPA Excellent Pondok Pesantren Al Ittifaqiah Indralaya.
Ia sempat menempuh pendidikan di Fakultas Saintek UIN Raden Fatah Palembang pada semester awal, sebelum akhirnya melanjutkan pendidikan di Universitas Sriwijaya (UNSRI) Indralaya, Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.
Di bidang prestasi, Icha terbilang aktif dan berprestasi di berbagai ajang, di antaranya:
Putri Saintek UIN Raden Fatah Palembang (2023)
HMI Latihan Kader II (LK II) di Bogor (2024)
Putri Pertanian (Duta Milenial) Provinsi Sumatera Selatan (2024)
Peserta MTQ tingkat Ogan Ilir (2024) dan Banjarmasin (2025)
Mahasiswa Berprestasi Muda UNSRI (2026)
Brand Ambassador HK Tol (2026)
Aktif dalam kegiatan sosial sebagai Kader Untuk Indonesia Satu (Unit UNSRI)
Hafidz Al-Qur’an 14 juz
Menariknya, di balik keberhasilan tersebut, Icha mengaku sempat hampir mengurungkan niatnya untuk mengikuti ajang Bujang Gadis Ogan Ilir 2026. Kesibukan kuliah, kegiatan organisasi, hingga tanggung jawab sebagai ketua tim dalam pembuatan film bertema lansia sehat dan mandiri membuatnya ragu untuk ikut.
“Jujur, saya sempat ingin mundur karena merasa tidak akan mampu membagi waktu. Kuliah, kegiatan organisasi, dan tanggung jawab lainnya cukup menyita energi,” ungkap Icha.
Namun, dorongan dan doa dari kedua orang tuanya menjadi titik balik yang menguatkan langkahnya.
“Orang tua saya yang terus meyakinkan dan memberi semangat. Mereka bilang, kesempatan tidak datang dua kali. Dari situ saya mencoba memberanikan diri dan menjalani semuanya dengan ikhlas,” ujarnya.
Dengan suara bergetar, Icha juga menyampaikan rasa haru atas pencapaiannya.
“Alhamdulillah… ini benar-benar di luar dugaan saya. Saya ingat betul prosesnya tidak mudah, ada rasa lelah, ragu, bahkan hampir ingin menyerah. Tapi saya selalu ingat doa orang tua saya yang tidak pernah putus,” katanya.
Ia menegaskan bahwa capaian ini bukanlah akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar.
“Penghargaan ini saya persembahkan untuk kedua orang tua saya. Tanpa mereka, saya bukan siapa-siapa. Ini menjadi awal bagi saya untuk bisa lebih bermanfaat bagi masyarakat, khususnya generasi muda di Ogan Ilir,” tambahnya.
Sementara itu, orang tua Icha mengaku sangat bangga atas capaian putrinya.
“Kami sebagai orang tua sangat bangga dan bersyukur atas capaian Icha. Ini bukan hanya kebahagiaan bagi keluarga, tetapi juga amanah besar yang harus dijalankan dengan baik. Kami selalu mendoakan agar ia tetap rendah hati, bermanfaat bagi masyarakat, serta mampu membawa nama baik keluarga dan daerah,” ungkapnya.
Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya di Kabupaten Ogan Ilir, untuk terus berani tampil, mengembangkan potensi diri, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.'**

0 Komentar
Indo Update Terkini menghargai partisipasi pembaca.
Redaksi berhak menyunting atau menghapus komentar yang melanggar hukum, etika jurnalistik, dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.