Jon Kuncit Tegas: “Ini Bukan Sekadar Teknis, Ada yang Tidak Beres!
Palembang — Kelangkaan solar subsidi di Sumatera Selatan kembali pecah dan membuat aktivitas warga terganggu. Sejumlah SPBU di Palembang, Ogan Ilir, dan Banyuasin dipadati kendaraan sepanjang hari. Antrian mengular ratusan meter hingga menutup separuh badan jalan.
Pantauan Tribnetwork puluhan truk, mobil pick up, dan kendaraan diesel terpaksa berhenti total selama berjam-jam. Beberapa sopir bahkan sudah mengantre sejak malam sebelumnya agar tidak kehabisan bahan bakar.
Situasi memprihatinkan ini menjadi sorotan tajam jurnalis investigasi Jon Kuncit, yang dikenal mengungkap praktik distribusi minyak dan BBM subsidi di Sumsel.
Jon menilai kelangkaan solar kali ini bukan kejadian biasa.
> “Ini bukan sekadar masalah teknis atau keterlambatan suplai. Ada yang tidak beres dalam rantai distribusi. Kalau pasokan benar, antrian seperti ini tidak mungkin terjadi,” tegasnya.
Menurut Jon, Sumsel adalah daerah yang memiliki banyak sumber minyak: mulai dari sumur rakyat, sumur tua, hingga ladang milik Pertamina. Namun kondisi di SPBU justru menunjukkan wajah sebaliknya—solar kosong, suplai tersendat, dan masyarakat menjadi korban.
> “Sumsel ini wilayah kaya minyak. Tapi masyarakatnya malah rebutan solar. Ini ironi. Pertanyaannya sederhana: ke mana minyak kita?” kata Jon.
Beberapa sopir yang ditemui mengaku sudah rugi besar akibat situasi ini.
> “Waktu habis semua buat antre BBM. Kerjaan terbengkalai, biaya makan bertambah,” ujar Roni, sopir truk dari Ogan Ilir.
Kelangkaan ini memunculkan dugaan kuat adanya penyimpangan distribusi, permainan kuota, hingga kemungkinan solar subsidi mengalir ke pihak yang tidak berhak.
Warga menilai kondisi ini tidak bisa terus dibiarkan. Mereka mendesak Polda Sumsel, Pertamina Regional Sumbagsel, dan Pemerintah Provinsi Sumsel untuk turun langsung mengecek setiap SPBU, agen penyalur, hingga depo BBM.
> “Kalau aparat tidak bergerak cepat, kelangkaan solar akan terus berulang. Yang rugi masyarakat kecil lagi,” ujar Jon.
Ia juga meminta pemerintah tidak hanya mengeluarkan imbauan, tetapi melakukan langkah konkret untuk memastikan solar subsidi benar-benar sampai ke rakyat.
> “Pengawasan harus diperketat. Rakyat tidak boleh terus dikorbankan atas permainan distribusi. Ini menyangkut perut banyak orang,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, Tribun masih menunggu penjelasan resmi dari Pertamina dan Pemerintah Provinsi Sumsel terkait kelangkaan solar yang kembali terjadi di lapangan."***


0 Komentar
Indo Update Terkini menghargai partisipasi pembaca.
Redaksi berhak menyunting atau menghapus komentar yang melanggar hukum, etika jurnalistik, dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.